Jakarta - PBSI mepertanyakan keputusan pelatih ganda campuran Flandy Limpele yang memilih meninggalkan Pelatnas Cipayung. Meski demikian, induk cabang olahraga bulu tangkis itu menghormati langkah yang diambil.
Sebelumnya, Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta, meluruskan sejumlah pernyataan Flandy sebelum mengundurkan diri. Satu di antaranya soal promosi jabatan sebagai kepala pelatih sektor ganda campuran pelatnas utama untuk menggantikan Nova Widianto.
Lalu ada juga pernyataan yang berkaitan dengan gaji. Alex Tirta menjelaskan, PBSI sudah berkomitmen dan memprogramkan untuk menaikkan pendapatan semua pelatih.
Berkaca dari peristiwa ini, menurut Alex Tirta, terlihat coach Flandy sebenarnya takut menghadapi tantangan. Sesuai komitmen awal, dia seharusnya berani melewati tantangan berat untuk tiga atau empat tahun ke depan dengan tetap sebagai pelatih ganda campuran pratama.
"Dia sepertinya takut dan tidak berani menerima tantangan membina pemain-pemain muda sektor ganda campuran di pelatnas pratama yang tantangannya jauh lebih berat dibanding melatih pemain yang sudah jadi," ujar Alex Tirta lagi.
Meskipun menghormati keputusan coach Flandy, Alex Tirta tetap menyesalkan keputusan yang dinilainya kurang elegan ini.
"Soal keputusannya tiba-tiba melatih ke negara lain, rasanya itu juga kurang fair. Dia tidak pernah memberitahukan ke PBSI pada bulan-bulan sebelumnya," keluh Alex Tirta.
"Tahu-tahu dengan diam-diam dia menerima pinangan negara lain dan kemudian baru mengirim surat pengunduran diri," cetusnya lagi.