Jakarta - PP PBSI akhirnya mengisi pos pelatih kepala tunggal putri. Sosok yang akhirnya diberi kepercayaan adalah Indra Widjaja.
Dia akan dibantu asisten Herli Djaenudin untuk membangkitkan prestasi Gregoria Mariska Tunjung cs.
Indra terkenal punya banyak pengalaman melatih di luar negeri seperti Korea dan Malaysia. Dia mengaku tantangan besar memang menantinya tapi meyakini semua dapat dibenahi dan tunggal putri Indonesia bisa kembali dipandang.
"Pastinya tantangan yang besar, kita tahu tunggal putri Indonesia masih banyak yang harus dibenahi. Semoga dengan pengalaman saya melatih di luar bisa dibawa ke sini untuk membangkitkan kembali sektor tunggal putri sesuai yang kita semua harapkan," ungkap Indra.
Indra sudah melihat adanya potensi. Dia menyebut, anak-anak tunggal putri bagus dan menjanjikan.
Namun, menurutnya, ketika talenta bagus tapi tidak dibarengi dengan kerja keras dan komitmen yang kuat untuk berbuat baik untuk dirinya sendiri, itu aka jadi bumerang. Itu yang akan menjadi tantangan buat mereka."
Itu yang bakal ditanamkan Indra. Dia mau menjadikan tunggal putri Indonesia ini kembali dipandang seperti ganda putra ataupun tunggal putra.
Pelatih kelahiran Cirebon, 16 Maret 1974 itu secara spesifik menjabarkan program awal yang akan dijalankannya.
"Fokus untuk Gregoria, kami akan berusaha paling tidak dia punya konsisten dan percaya diri untuk bermain di level atas," tutur Indra.
"Untuk yang lainnya, Putri, Komang, Bilqis dan lain-lain saatnya untuk mengejar ketertinggalan dan menaikkan peringkat. Ini menjadi tugas saya dan coach Herli, bersama dengan Rionny sebagai satu tim" lanjutnya.
Pada hari pertamanya di pelatnas, Indra mengaku perlu penyesuaian dan bertemu pemain.
"Sinergi dengan anak-anak dan coach Herli (Djaenudin) semoga bisa dengan cepat adaptasinya. Semoga saya bisa diterima dengan cepat di lingkungan yang baru tapi sebenarnya lama ini," ujar mantan pelatih tunggal Malaysia itu.