Bodhi Ratana Teja Gotama kalah dari wakil Malaysia, Shahyar Shaqeem lewat pertarungan rubber game 21-19, 11-21, 9-21.(foto:PBSI)

Xpora Indonesia International Challenge 2023 : Dua Tunggal Putra Indonesia Bodhi Ratana Teja Gotama dan Prahdiska Bagas Shujiwo Kalah di Babak Pertama

Sportify.id - Tunggal putra Bodhi Ratana Teja Gotama dan Prahdiska Bagas Shujiwo terhenti di babak 64 besar turnamen bulutangkis Xpora Indonesia International Challenge 2023.

Dalam laga yang berlangsung di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/10/2023), Bodhi harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Shahyar Shaqeem lewat pertarungan rubber game 21-19, 11-21, 9-21.

Pada pertandingan ini runner up Alpes International U19 2022 mengakui mengalami  masalah di bagian tulang kering kaki kanan sehingga tidak bisa bermain maksimal.

Tidak heran saat sudah unggul di gim pertama, pemain tunggal putra kelahiran 22 September 2005 itu tertinggal jauh di gim kedua dan ketiga. Dia pun harus mengakui wakil Negeri Jiran itu dalam tempo 55 menit.

“Saya mengalami sedikit masalah di bagian tulang kering kaki kanan. Saya merasakan nyeri sehingga sempat meminta perawatan di laga ini. Saya berusaha tampil maksimal, sayang hasilnya belum memuaskan di turnamen ini,” ungkap tunggal putra rangking 307 dunia itu.

Bodhi Ratana Teja Gotama berharap masalah yang dialami pada turnamen Xpora Indonesia International Challenge 2023 bisa segera diatasi.

Dengan recovery yang dijalani, Bodhi berharap bisa bermain maksimal pekan depan pada turnamen BNI Indonesia Masters Super 100 di tempat yang sama.

“Cedera yang saya alami saya harapkan bisa pulih tepat waktu. Saya bertekad tampil maksimal pekan depan. Persiapan yang saya hadapi menjelang Xpora Indonesia International Challenge 2023 sudah maksimal diharapkan hal itu bisa membuat saya melangkah jauh,” tambah Bodhi.

Hasil kurang apik juga diraih tunggal putra  Prahdiska Bagas Shujiwo. Pebulutangkis kelahiran 2 September 2005 itu menyerah dua gim langsung melawan wakil Jepang, Ryoma Muramoto dengan skor 18-21, 9-21.

Pemain rangking 406 dunia itu mengakui keunggulan lawan dari Negeri Matahari Terbit yang bermain lebih menyerang dan secara kualitas serangan lebih matang ketimbang dirinya.

Tidak heran pemain asal Pati, Jawa Tengah itu terlihat kesulitan mengimbangi pemain rangking 189 dunia itu dan harus menyerah dalam tempo 52 menit.

 

    Terbaru

    Terkait