Probolinggo - Meski menguasai medan, Jawa Timur belum mampu naik ke podium tertinggi kategori junior putra pada Kejurnas Arung Jeram 2022. Dua tim Jawa Timur harus puas finis di posisi ke dua dan ketiga di bawah Jawa Barat pada perlombaan nomor slalom yang berlangsung di Sungai Pekalen, Condong, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (3/12/2022).
Jawa Timur (YM) menempati peringkat kedua setelah mengumpulkan skor 322, sementara tim Jawa Timur lainnya mengekor dibawahnya dengan skor 301. Sementara Jawa Barat kokoh di podium tertinggi setelah unggul skor 350 hasil dua kali run di nomor ini.
Jawa Timur sebenarnya memiliki peluang yang cukup besar saat mencatatkan selisih waktu yang cukup tipis dengan Jawa Barat di run pertama. Apalagi keduanya sama-sama mendapatkan pinalti 5 detik karena pedayungnya mengenai satu tiang gawang saat berlomba melewati 14 gawang upstream dan downstream. Pada run pertama ini, Jawa Timur mencatatkan waktu 2 menit 30,42 detik, selisih 14,56 detik dari Jawa Barat yang finis dengan waktu tercepat 2 menit 15,80 detik setelah dikurangi pinalti.
Tapi sayangnya di run kedua, Jawa Timur belum juga bisa mengejar Jawa Barat. Namun, tim Jawa Timur lainnya (YM) sebaliknya memperbaiki penampilannya di run kedua. Mereka yang awalnya di run pertama hanya menempati posisi keempat dengan waktu 2 menit 25,06 detik setelah dikurangi pinalti 60 detik, justru melejit ke tempat kedua di run kedua.
"Untuk tantangan di slalom ini kan enggak pake tenaga saja, tetapi juga teknik dayungan, kontrol, dan kerja sama yang paling penting. Komunikasi antara depan dan belakang itu penting. Run kedua bisa lebih bagus dari yang pertama, kami coba perbaiki dikomunikasinya lagi," kata Kapten Tim Jawa Timur, Moch Rozi (24).
Bila di putra tuan rumah belum bisa berjaya, berbeda halnya di kategori putri. Pada junior putri, Jawa Timur sukses mengambil alih podium tertinggi. Dengan mengoleksi 350 poin, Farichah Hari Prastiwi (20), Estri Novia Febrianti (20), Valia Stania (18), Vania Nasya Hama M. (19), dan Firdaus Nur Alifah (19) merebut emas di nomor slalom ini. Mereka menyisihkan Jambi dan Jawa Barat yang menempati peringkat kedua dan ketiga. Jambi mengoleksi skor 322 poin, sedangkan Jawa Barat dengan 301 poin.
Dengan kemenangan di hari ini, mereka pun mengambil alih klasemen sementara hasil keseluruhan. Dari akumulasi poin tiga hari perlombaan nomor sprint, head to head, dan slalom, putri Jawa Timur mengumpulkan total 604 poin. Terpaut tiga poin saja dengan posisi kedua yang dihuni Jawa Barat dengan koleksi 601 poin. Sementara di tempat ketiga ada Jambi dengan 598 poin, dan Sumatera Utara dengan 537 poin.
Sayangnya di kategori open putri, Jawa Timur harus kehilangan peluang medali mereka di nomor slalom ini. Mereka harus puas dengan finis di posisi kelima dengan raihan skor 277 poin. Tempat teratas masih diduduki oleh Jawa Barat (350), lalu diikuti Jawa Tengah (322), Jambi (301), dan DIY (287). Sementara DKI berada di posisi terbuncit di bawah Jawa Timur dengan raihan skor 266 poin.
Di kategori ini, putri Jawa Timur memang mendapatkan banyak pinalti. Seperti misalnya di run pertama, tim Jawa Timur tidak menyelesaikan perlombaan. Setelah melewati gawang ke-11, dan masih menyisakan tiga gawang lagi yang harus dilewati, mereka justru kehilangan konsentrasi. Salah satu pemainnya bahkan sempat hampir kehabisan napas selepas melewati gawang 11, tapi untungnya langsung ditangani oleh tim medis yang bersiaga di pinggir sungai. Jawa Timur pun dinyatakan DNS.
Run kedua ini berjalan dengan kondisi cuaca hujan. Kondisi itu dinilai Kabid Binpres PB FAJI Irfan Bachtiar tidak mempengaruhi perlombaan karena menurutnya biasanya kalau hujan di bawah, bukan di hulu sungai, tidak akan mempengaruhi debit air.
"Kalau pun debit air naik, tetapi waktunya tidak secepat itu. Butuh setidaknya 1-2 jam perubahannnya, sementara pertandingan run 2 tidak sampai satu jam telah selesai," katanya.
Melihat hasil, Irfan mengaku tidak heran jika Jawa Barat kembali mengusai perlombaan hari ketiga ini. Pasalnya, ujarnya, kekuatan Jawa Barat baik di putra dan putri di semua kategori hampir merata.
"Kekuatan Jawa Barat merata. Jadi kalau misalnya Jawa Timur hanya menyeleksi 3-4 tim untuk ikut Kejurnas ini, Jawa Barat mungkin punya 10 tim yang ikut dalam seleksi dengan kekuatan yang sangat merata kualitasnya. Jadi tidak heran. Tapi, lebih bagus jika ada kejutan dari tim daerah lain yang bisa naik menggeser," ucapnya