Sportify.id - Kemenangan Manchester City atas RB Leipzig dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 ternyata menyisakan sejumlah catatan penting. Erling Haaland menilai timnya masih memiliki beberapa kelemahan yang harus segera diperbaiki apabila ingin mempertahankan konsistensi sepanjang musim.
Manchester City memang berhasil mengamankan tiga poin setelah menang 3-2 di kandang Leipzig pada Kamis (5/11) dini hari WIB. Namun, jalannya pertandingan memperlihatkan bahwa The Citizens belum sepenuhnya mampu mengendalikan situasi ketika menghadapi tekanan lawan.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester City harus dua kali kehilangan keunggulan. Gol bunuh diri Castello Lukeba membawa tim tamu memimpin sebelum Ridle Baku menyamakan kedudukan. Enzo Fernandez kemudian mencetak gol kedua City, tetapi Antonio Nusa kembali membuat skor imbang.
Haaland akhirnya memastikan kemenangan Manchester City melalui gol pada menit ke-78’. Meskipun demikian, penyerang berusia 26 tahun tersebut tidak ingin timnya terlena dengan hasil akhir pertandingan.
Melansir dari Skysport menurut Haaland, persoalan utama Manchester City bukan hanya berkaitan dengan penyelesaian akhir. Ia menilai tim harus mempunyai pemahaman lebih baik mengenai penguasaan bola, pergerakan pemain, serta momentum untuk meningkatkan tekanan kepada lawan.
"Saya pikir kami harus tahu kapan perlu mempertahankan bola dan kapan harus menyerang. Kami juga perlu bekerja sama, baik dalam aspek menyerang maupun bertahan, karena masih ada banyak hal berbeda yang harus diperbaiki," kata Haaland.
Pemain asal Norwegia tersebut juga menganggap setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan. Ia berharap Manchester City dapat menunjukkan perkembangan dalam pertandingan selanjutnya.
"Itulah hal bagusnya, kami selalu bisa menjadi lebih baik. Selalu ada kesempatan baru dalam pertandingan berikutnya yang akan berlangsung tiga hari lagi, dan itu merupakan sesuatu yang menyenangkan," tambahnya.
Pernyataan Haaland menjadi sinyal bahwa Manchester City tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan individu untuk memenangkan pertandingan. Konsistensi permainan kolektif, terutama ketika menghadapi tekanan, akan menjadi faktor penting dalam perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.