Sportify.id - Seiring dengan gelaran Seleksi Nasional 2025 yang tengah berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar Workshop Asesor Wasit (Umpire) dan Referee di tempat yang sama pada Kamis-Jumat, 13-14 Februari 2025.
Dalam lokakarya ini dibentuk Panel Asesor Wasit dan Panel Asesor Referee yang bertujuan meningkatkan kualitas wasit dan referee, atau dalam istilah resminya disebut Technical Officials, dari segi pengetahuan dan performa di lapangan sehingga semua wasit dan referee PBSI memenuhi standar yang ditetapkan BWF.
Tim Panel ini kemudian yang akan mengedukasi dan mencetak regenerasi Technical Officials di Indonesia.
??Lokakarya membahas seluruh materi terkait referee dan wasit meliputi peraturan permainan bulu tangkis, instruksi terhadap Technical Officials, Kode Etik, penulisan scoresheet, kosakata, pengundian (drawing), penjadwalan (scheduling), perencanaan turnamen (tournament planning), dan pembuatan standar kurikulum pelatihan referee dan wasit di Indonesia.
Ketua Bidang Perwasitan PP PBSI Wahyana mengatakan, “?Tugas asesor ke depannya melatih, mendidik dan menilai para calon referee dan wasit yang ada di Indonesia mulai dari level kota/kabupaten, provinsi sampai nasional. Tim ini juga menyiapkan para kandidat referee dan wasit nasional untuk diikutsertakan dalam ujian Asia maupun Badminton World Federation (BWF).”
Panel Asesor Referee berjumlah enam orang yang diketuai oleh Herman Subarjah (Badminton Asia Referee). Anggota penel terdiri dari: Irianto Idris (Badminton Asia Referee), Dadan Heryana (Referee Nasional), Ali Mustopa (Referee Nasional), Saiful Arif (Referee Nasional), dan Zainal Abidin (Referee Nasional).
Panel Asesor Wasit juga berjumlah enam orang dan diketuai oleh Wahyana (Retired BWF Umpire), dengan anggota Qomarul Lailiah (BWF Umpire), Robertus Tommy (BWF Umpire), Abdul Latif Jaohari (BWF Umpire), M. Hatta (BWF Umpire), dan Raventus (BWF Umpire).
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky A. Soebagdja menyambut baik pelaksanaan workshop asesor wasit dan referee sebagai bagian yang tak terpisahkan dari usaha membangun ekosistem bulu tangkis yang komprehensif. Dengan wasit dan referee yang kredibel, Ricky mengharapkan turnamen di daerah hingga nasional juga semakin berbobot dan dapat menjadi tolok ukur pembinaan bulu tangkis secara keseluruhan.
“Dalam visi kepengurusan sekarang, pembinaan bulu tangkis tidak melulu berfokus pada prestasi atlet, melainkan membangun ekosistem. Semua mulai kita benahi. Rekrutmen atlet, rekrutmen pelatih, ada seleknas, dan sekarang kita lengkapi juga dengan peningkatan SDM perwasitan. Tujuannya agar ekosistem bulu tangkis kita makin lengkap dan eksistensi di dunia internasional semakin diakui, tidak hanya dari sisi prestasi atlet,” ujar Ricky ketika memuka acara workshop.
Wahyana menjelaskan, Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran telah memberi arahan agar kepengurusan 2024-2028 dapat menghasilkan referee tingkat BWF dan meningkatkan kuantitas dan kualifikasi wasit di berbagai level. Sampai saat ini, tambah Wahyana, Indonesia belum mempunyai referee bersertifikat BWF.
Data Technical Offcials PBSI per 1 Januari 2025 menunjukkan bahwa untuk seluruh Indonesia terdapat 75 referee provinsi, 14 referee akreditasi nasional, 10 referee bersertifikasi nasional, dan 2 referee berakreditasi Badminton Asia (BA). Belum ada referee dengan kualifikasi di atasnya, yakni yang bersertifikasi BA dan BWF.
Sedangkan untuk wasit, terdapat 994 wasit provinsi, 137 wasit nasional B, 58 wasit nasional A, 7 wasit berakreditasi BA, 3 wasit bersertifikasi BA, dan 5 wasit BWF.
Profesi referee dan wasit ini memiliki usia pensiun, yakni 65 tahun untuk referee dan 55 tahun untuk wasit. Karena itu, regenerasi SDM Technical Officials menjadi isu penting dalam penciptaan ekosistem bulu tangkis nasional.
“Harapan ke depan, kualitas turnamen nasional kita semakin baik dengan peningkatan jumlah dan kualitas SDM perwasitan kita. Begitu juga partisipasi Technical Officials Indonesia dalam ajang-ajang internasional hingga ke Olimpiade. Tentu ini penting bagi perkembangan bulu tangkis kita,” jelas Wahyana.